-->

Apa itu Toleransi Beribadah?




Toleransi adalah sikap membiarkan orang-orang mempunyai keyakinan lain dan menerima pernyataan itu karena mengakui hak kebebasan setiap orang dalam keyakinan hatinya. Dalam masyarakat yang bersifat pluralistik seperti di Indonesia, banyak sekali anutan keyakinan maupun agama, toleransi merupakan syarat bagi kehidupan bersama secara damai dan rukun.

Toleransi mempunyai pengertian yang luas membentang dari sikap yang menahan diri dan membiarkan saja. Sampai kepada sikap menghargai penganut keyakinan lain. Walaupun tidak menerima ajaran-ajarannya, bahkan sampai pada penghargaan atas unsur-unsur rohani dan penghayatan yang terdapat pada agama-agama lain yang dapat pula membantu bagi penghayatan keyakinan sendiri.

Dasar toleransi adalah pengakuan atas hak kodrati manusia sendiri, dan penghargaan atas hati nuraninya untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dalam memeluk suatu keyakinan atau agama. Sekalipun memiliki toleransi, dalam pergaulan masyarakat harus punya sikap, yaitu tegas, bukan berarti tidak bersahabat, sikap lembut, bukan berarti juga harus menurut. Tegas berarti menentukan batas, tidak condong, dan tidak pula sorong. Kelembutan hanyalah suatu cara pengungkapan yang biasa diterima dengan senang hati, walaupun bukan yang diinginkan.

Kombinasi antara ketegasan dan kelembutan akan menyelesaikan perbedaan yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat beragama, berbangsa dan bernegara. Karena perbedaan itu pula, Allah mengutus banyak Rasul dan Nabi untuk umat yang berbeda-beda. Yang mana pada kenyataannya mereka berbeda-beda, tentunya Allah tidak membeda-bedakan.

Sebagai penganut agama islam, sebaiknya tidak membeda-bedakan Nabi pimpinan umat manusia, yang berarti pula tidak membeda-bedakan para pengikutnya. Dan sebagai umat yang cinta pada Nabi dan Rasul Allah, tentu tidak boleh lupa ajaran dan perjuangannya. Itu sebabnya hampir seluruh umat di dunia mempunyai hari peringatan khusus buat para Nabi, Rasul, atau pimpinan yang diagungkan. Misalnya saja Nabi Ibrahim diperingati hari pengorbanannya, nabi Muhammad saw diperingati hari kelahirannya dan lain sebagainya.
Dalam kitab suci Al Quran Allah berfirman yang artinya:


“Bagi kamu agamamu, bagi kami agama kami” (QS. Al Kafirun Ayat 6)



Dengan demikian, tidak perlu ada lagi perdebatan dalam perbedaan. Dan yang terpenting adalah mengakui keberadaan, saling memahami perbedaan dan jangan memaksakan kehendak, tidak ada lagi perselisihan soal cara beribadah tiap-tiap keyakinan dan agama, yang mana itulah kondisi Indonesia sekarang ini. Semoga perdebatan yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan tidak memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

1 Response to "Apa itu Toleransi Beribadah?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel