-->

Apa Arti pendidikan bagi Masa Depan?

Arti pendidikan bagi Masa Depan-faizalhusaeni.com

Apa Arti pendidikan bagi Masa Depan?Untuk memprediksi masa depan, ada beberapa kemungkinan yang dapat diajukan, yaitu apakah kondisi masa depan tersebut akan bersifat lebih baik atau justru kebalikannya? Apakah perkembangan menarik yang mungkin akan terjadi di masa depan? Apakah signifikansi kependidikan yang diselenggarakan dapat dipersiapkan untuk kebutuhan di masa depan?

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, sangat ditentukan oleh seberapa besar peran pendidikan yang mulai kita persiapkan sekarang, dan seberapa besar pula perhatian kita terhadap resiko serta peluang yang ditimbulkan dari prediksi masa depan tersebut, dengan mencari solusi-solusi alternatif yang dianggap terbaik. Akan tetap, meskipun para peramal pendidikan bagi masa depan memberikan prediksi, ramalan dan proyeksi yang dianggap lebih baik, tidak berarti bahwa prediksi masa depan tersebut dapat berjalan dengan tepat dan akurat.

Sudah jelas bahwa tidak diragukan lagi masa depan merupakan masa yang sulit diprediksi secara tepat. Sulitnya memprediksi masa depan secara tepat ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Masa depan merupakan hal yang tidak pasti.
  2. Masa depan merupakan hal yang belum dialami.
  3. Masa depan dipengaruhi oleh budaya manusia.
  4. Masa depan berisi tantangan dan peluang.
  5. Masa depan berisi kesempatan yang lebih baik
  6. Masa depan berisi ketegangan-ketegangan atau kecemasan-kecemasan.
  7. Masa depan dipengaruhi oleh tingkat penguasaan teknologi dan informasi.
Masa depan memang merupakan hal yang sulit diprediksi, karena memang belum terjadi, akan tetapi bukan berarti pendidikan sekolah tidak dapat dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masa depan yang penuh dengan tantangan dan resiko tersebut. Karena masa depan merupakan hasil budaya dan peradaban manusia, maka masa depan itu lebih banyak dipengaruhi oleh budaya dan peradaban manusianya.

pendidikan bagi Masa Depan-faizalhusaeni.com

Ukuran berbudaya dan beradabnya manusia, lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat pencapaian atau kemajuan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dengan demikian , jika sekolah berfungsi sebagai lembaga pendidikan, ini artinya sekolah berupaya untuk mempersiapkan manusia (peserta didik) tersebut dalam memenuhi tuntunan budaya dan peradaban tersebut. Dengan berbudaya atau adanya peradaban yang dimiliki oleh peserta didik, berarti masa depan yang penuh dengan tantangan atau resiko tersebut dapat dihadapi oleh peserta didik yang berbekal ilmu pengetahuan yang dipersiapkan oleh sekolah.

Hanya saja masalahnya, apakah sekolah mampu untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam memenuhi tuntutan masa depan secara lebih baik, dengan tantangan atau resiko yang sekecil-kecilnya. Masalah ini bukanlah merupakan hal yang sederhana. Tetapi menuntut perhatian yang serius dalam mempersiapkan pendidikan yang siap menghadapi tuntutan yang lebih kompleks dengan masalah (tantangan dan resiko).

Melihat keadaan dan tuntutan masa depan yang sulit diprediksi ini, pendidikan merupakan satu-satunya jalan yang dapat diandalkan secara aktif untuk melakukan pengukuran-pengukuran (assessment) dan perkiraan secara lebih baik dan tepat.

Perubahan di masa yang akan datang mencakup semua sektor kehidupan, utamanya yang berkaitan dengan dunia kerja. Dalam hal ini, lembaga pendidikan harus mampu membaca situasi dan perkembangan zaman. Artinya sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin kompetitif, lembaga pendidikan harus mampu memberikan jaminan kepada outputnya berupa jaminan kualitas dan jaminan untuk dapat hidup secara wajar di dalam masyarakat, dengan memberikan bekal praktis dan pragmatis kepada para peserta didiknya berupa keterampilan-keterampilan praktis yang dapat menjadi alternatif sumber penghidupan bagi para peserta didik.

Tanpa mempersiapkan sistem pendidikan kita yang bertumpu di sekolah, maka tidak saja akan menghilangkan kesempatan masa depan dan kehidupan kita yang lebih baik, tetapi juga masa depan kita sebagai bangsa yang hidup di tengah-tengah pergumulan dunia, akan mengalami ketegangan-ketegangan dan kecemasan-kecemasan sebagai imbas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), informasi serta teknologi.

Dengan lemahnya sistem pendidikan kita yang bertumpu di sekolah tersebut, akan melahirkan peserta didik sebagai generasi anak bangsa yang tidak mampu memiliki adaptable, competition, dan excellenge. Sebagai akibatnya, terjadila peserta didik sebagai generasi yang karbitan, tidak memiliki jati diri dan kepribadian. Untuk mewujudkan ke arah ini, maka pendidikan menjadi tumpuan harapan bagi semua pihak, hanya saja masalahnya pendidikan yang kita selenggarakan belum memperoleh perhatian yang serius, yang ditandai dengan lemahnya komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan , baik peningkatan kualitas pelayanan maupun kualitas kelembagaan.

Rendahnya kualitas pelayanan tersebut ditandai dengan lemahnya kompetensi guru, lemahnya sistem penggajian, lemahnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan , sampai kepada lemahnya penataan kurikulum dengan kompetensi yang diharapkan.

Dari sisi kelembagaan, kelemahan yang sering ditemui adalah birokrasi pendidikan yang sering berbelit-belit, budaya suap, tidak terjadinya supervisi pendidikan secara bottom up, tetapi justru top-down. Birokrasi pendidikan seperti ini, menyebabkan kinerja pendidikan menjadi lamban, kehilangan wibawa dan daya tarik, bahkan cenderung menyebabkan sistem informasi pendidikan menjadi fiktif. Kendala lain yang dapat ditemui dari pelaksanaan birokrasi pendidikans seperti ini, juga dapat menyebabkan tingkat pelayanan pendidikan yang rendah dengan dalih yang bermacam-macam rupa.


pendidikan bagi Masa Depan-faizalhusaeni.com

Akhirnya dengan demikian, prediksi dan amalan atas masa depan yang dilakukan diperlukan untuk mengidentifikasi alternatif pendidikan masa depan yang mungkin diambil dengan mengkaji kualitas pluralistiknya, dan sekaligus juga mengkaji interpendensi antara alternati-alternatif yang mungkin diambil, dengan mengambil atau menawarkan program-program pendidikan yang dibutuhkan. Lantas, sudah sejauh mana Indonesia mempersiapkan pendidikan untuk masa depan? atau jangan-jangan masih sibuk mencari definisi Apa Arti pendidikan bagi Masa Depan itu sendiri?

0 Response to "Apa Arti pendidikan bagi Masa Depan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel