Hidup itu sederhana?


Apa benar hidup itu sederhana? Jawabannya adalah “iya”. Karna emang hidup, tinggal kita jalani sebagaimana mestinya. Mulai dari bangun tidur, aktivitas, bersenda gurau dan sampai tidur lagi. Namun pada kenyataannya menjalani hidup tidak semudah itu. Banyak betul kerikil, batu loncatan, bahkan rintangan terberat sekalipun yang mau tak mau harus dihadapi. Lantas apakah kita harus menyerah dengan keadaan ketika bertemu masalah? Justru dengan adanya masalah tersebut, harusnya membuat hidup ini menjadi berwarna dan tidak monoton.

hidup sederhana

Di balik permasalahan hidup tentu ada hal sederhana yang gue lakukan. Seperti halnya;
Kalau "kamu nggak bisa memiliki jangan menyerah", waduh handphone keluaran terbaru udah keluar nih, anjir mana nggak punya duit lagi, ok fix mulai gajian bulan depan gue harus nabung buat dapetin hp impian gue itu. Pernah nggak sih lo pengen punya atau pengen sesuatu hal, tapi kayaknya susah banget, pasti pernahlah ya. Dan kalau gue sih kalau pengen sesuatu, pasti harus dapet. Ya tentunya dengan usaha dan dengan cara yang masih normal tanpa menghalalkan segala cara. Kuncinya sih, terus berusaha sampe apa yang lo impikan terwujud. Dan kalau pun belum terwujud juga, berarti Yang Maha Kuasa mempunyai sesuatu yang lebih indah dari apa yang selama itu lo dambakan. So selain berusaha, kamu juga harus mengiringinya dengan doa dan haruslah ikhlas kalau itu bukan jalan takdir lo.

Kalau "kamu dijelek-jelekin, berarti kamu lebih keren" dari dia. Pasti aja ada, entah di masyarakat atau di tempat kerja sekalipun. Dan bagi gue sih itu wajar selagi yang jelek-jelekin gue nggak gue tau orangnya. Dan kalau gue tau, pastilah gue beri sesuatu buat dia. Entah hadiah atau yang lebih wah lagi. Pertama gue tanya apa maksudnya kayak gitu, dan kalau masih mengelak, yaudah kita main catur bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini.

sederhananya hidup

Namanya juga hidup, pasti ada yang suka dan ada aja yang nggak suka. Tapi yang perlu diingat adalah, orang yang nggak suka dengan kita hanya 1 orang berbanding 10 orang. Saran gue sih bikin mindset “kalau kamu dijelekin, berarti ada sesuatu dari kita yang tidak dimiliki oleh orang tersebut”.

"Kalau nggak suka, jangan dilihat". Ngakunya sih nggak suka, tapi masih aja dipelototin. “Ah gue mah nggak suka sama doi” eh nggak taunya dia malah sering merhatiin dari kejauhan. “Ah gue mah nggak suka nonton acara ini” padahal mah dipantengin aja tuh acara tiap hari. Dih begini betul channel youtube doi, eh ggak taunya disubscribe juga. Ah pasangan calon ini mah begini, pasangan calon itu mah begitu, eh tetep bae dipilih juga pas hari pencoblosan.

Kalau "kamu diomongin, berarti kamu popular". Ya kalau ada yang ngomongin gue, yaudah positif thinking ajalah, mungkin gue emang popular di mata mereka, sampe-sampe nggak ada bahan lagi untuk diomongin. Nggak apa-apa sih sebenernya kalau yang diomongin yang baik-baiknya, lah kalau kekurangan gue yang diomongin, ya gue cuma bisa berdoa, semoga dosa gue pindah ke orang yang ngomongin kejelekan gue, dan pahala orang yang ngomongin gue ngalir buat gue.

faizalhusaeni

Jadi itulah hidup sederhana yang gue jalani. Sebenernya tiap orang punya cara tersendiri, dan mungkin jauh lebih sederhana dari yang gue lakuin. Intinya adalah hidup itu harus dinikmati, karena bagaimana juga kita hidup di dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah Kepada Allah swt. Dan selebihnya adalah mempersiapkan bekal untuk perjalanan panjang yang sudah menanti.
Cepat atau lambat “jam” setiap orang pasti ada masanya untuk berhenti.
Kalau lo letih dalam menjalani hidup, cobalah istirahat sejenak sambil mendekatkan diri pada Yang Maha Pemberi dan kukuhkan tali silaturahmi.

Semoga sepatah dua patah kalimat pada postingan kali ini dapat memberi arti dan motivasi buat lo yang baca tulisan ini. Ambil positifnya dan buang negatifnya.

author: Faizal Husaeni

0 Response to "Hidup itu sederhana?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel