Senyum Polos Siswa Sekolah Dasar

Hari-hari aku jalani seperti halnya seorang guru pada umumnya. Bangun tidur menjelang subuh, mandi dan menunaikan kebutuhan aku sebagai seorang muslim yaitu sholat subuh. Iya.. aku seorang guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Tangerang Selatan. 2 tahun sudah aku mengajar. Banyak cerita yang aku dapat meskipun masih terbilang baru.

Dan semua terangkum dalam cerita panjang yang aku ceritakan ini.

Apa yang aku tulis adalah keseharianku sebagai seorang guru. Entah itu di sekolah maupun di luar kegiatan sekolah. Bahasa dan kalimat dalam tulisan mungkin belum rapi, maklum aku awan sekali dalam hal tulis menulis, tapi tenang saja, aku coba agar sebaik mungkin dalam merangkai kata demi kata sehingga kamu bisa memahami apa yang pengen aku sampaikan.
......
Selepas itu, biasanya aku terdiam di kursi kerja kesayangan yang belum lama ini ku beli.
Untuk mengusir rasa kantuk, ku buka laptop kesayanganku. Iya laptop yang sudah minta untuk dipensiunkan. Folder dan file ku buka satu persatu, tuk sejenak ku pelajari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang akan aku ajarkan hari ini. Harusnya RPP ini sudah aku baca sejak malam tadi, tapi berhubung rasa kantuk yang teramat berat, ketiduran selalu saja menjadi alasan kuat. akhirnya aku nggak sempat tuk sekadar menggapai laptop ini.
walah nggak terasa waktu cepat betul berlalu, aku lirik jam di kamarku, dan waktu menunjukkan pukul 6 lewat sedikit.

Bergegas beranjak dari kursi sambil meluruskan tulang punggung, aku ke ruang depan tuk mengeluarkan motor kesayangan. Motor ini harus ku panaskan mesinnya agar tidak mogok di perjalanan ke sekolah nanti. Motorpun berdering, akupun kembali ke kamar tuk berganti pakaian kerja.

Sip... sekarang aku sudah rapi dan siap untuk berangkat. Ganti baju, sisiran, pake parfum, semua aku lakukan dalam satu waktu. eits.. hanya ada satu yang belum, yaitu sarapan. Bagiku sarapan dengan segelas air mineral hangat saja, itu sudah lebih dari cukup. Jangan tanya kenapa hanya sarapan dengan segelas air hangat? Jawabannya, karena itulah kebiasaanku beberapa bulan belakangan ini. Tujuannya sih pengen menurunkan berat badan. Tapi sejujurnya, aku adalah orang yang seringkali meninggalkan sarapan. Aku terakhir sarapan sewaktu kuliah dulu, sepertinya begitu dan itupun jarang. itu artinya dua tahun sudah aku melewatkan sarapan. 

Singkat cerita, aku menyiapkan tas kerja. Iya tas kerja. eits.. tapi bukan tas kerja yang dijinjing itu lho ya, tapi lebih ke tas ransel, tas yang di dalamnya berisi keperluan-keperluan untuk mengajar. Mulai dari buku absensi buku pelajaran, spidol, pulpen. Bergegas aku berjalan ke teras rumah sembari memakai sepatu. Sambil pakai sepatu, hati kecil ini berkata, "Semangat hari ini harus lebih besar dibandingkan kemarin, dan semoga hari ini berjalan lancar tanpa hambatan". Aamiinn..

(Akupun berangkat dan mulai memacu sepeda motor ini.)

Setibanya di sekolah, tampak mulai ramai oleh anak-anak. Ada yang berlarian kesana kemari, ada yang bermain bola, ada yang sedang bercerita antara anak satu dengan anak lainnya. Bahkan ada pula anak yang sedang asyik menunggu jajanannya siap disajikan. Iya itulah pemandangan setiap hari yang memanjakan mata sesampainya di sekolah.

Sembari mematikan mesin motor, datanglah segerombolan anak yang menghampiriku dan mulai menyalami aku satu persatu sambil mencium tangan. Tampak raut muka lugu penuh kepolosan, tersipu malu sambil tersenyum lebar. Aku tak mau kalah. Aku balas senyuman mereka yang tak kalah lebarnya. Sontak saja kamipun tertawa lepas.

Senyum polos siswa SD


Usai menyalami anak-anak satu persatu, ku lepas jaket lusuh namun bersih ini, dan berjalan menuju tempat absen sidik jari (red: fingerprint). Yaps Sekolah aku awal tahun 2019 ini sudah mulai menerapkan absensi sidik jari. Memang agak ketinggalan sih dengan daerah lain, tapi bagi aku dan guru-guru yang lain sangat bersyukur sekali. Dengan adanya absensi seperti ini, itu membuat aku disiplin agar datang ke sekolah tepat waktu.

0 Response to "Senyum Polos Siswa Sekolah Dasar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel