-->

Tokoh Pahlawan Teuku Umar

Teuku Umar - faizalhusaeni.com.jpg

Teuku Umar dilahirkan pada tahun 1854 di Meulaboh. Teuku Umar adalah keturuna seorang Minangkabau yang merantau ke Aceh pada akhir abad ke-17. Ayahnya bernama Teuku Mahmud dan ibunya merupakan adi raja Ule Balang VI Mukim.

Teuku Umar merupakan salah seorang pejuang yang terkenal gigih dan penuh tipu muslihat. Maka tidak heran apabila Perang Aceh merupakan perang yang sangat berat bagi Belanda dalam sejarah peperangan Hindia Belanda. Perang Aceh yang terus berkepanjangan sampai 40 tahun itu, tentu banyak tokoh pejuang yang terukir secara gemilang dalam sejarah nasional kita, dan salah satunya adalah Teuku Umar ini.

Di usia mudanya, Teuku Umar yang berbadan besar dan tegap suka berkelahi dan berkelana. Ia berkelana dari kampung ke kampung, sambil belajar silat dan mengaji. Keluar masuk hitan sekadar menuruti kemauan hatinya. Ketika ia berusia 19 tahun, meletuslah perang menentang kedatangan Belanda di Aceh. Rakyat Aceh dan pemimpinnya mengajak Umar memberontak terhadap Belanda dan membuat perjanjuan Sumatera bersama Inggris, untuk menguasai Aceh.

Dengan berbekal berbagai bentuk tantangan dan kesukaran yang dialaminya di masa muda, Teuku Umar tampil sebagai salahs eorang pemimpin perang yang paling disegani.

Pada tahun 1880, Teuku Umar menikahi Cut Nyak Dien, anak dari panglimanya sendiri, Nata Stia. Keputusan mengambil istri Cut Nyak Dien itu dianggap cukup dramatis, karena Cut Nyak Dien sudah menjanda saat itu.

Tahun 1883, Teuku Umar menyerah kepada Belanda hingga menjadi kaki tangan dan orang kepercayaan Belanda. Ia ditugaskan melatih prajurit Belanda yang akan berperang di hutan dan di gunung untuk menghadapi taktik perang gerilya orang Aceh. Namun Belanda menanggung kerugian yang sangat besar. Banyak prajurit mereka yang mati secara tidak wajar karena kecelakaan latihan.

Teuku Umar berkhianat kepada Belanda, setelah bekerja sama selama dua tahun. Kala itu ia ditugaskan Belanda membebaskan kapal Inggris, CICERO yang dibajak oleh Raja Teunom. Ketika mendekati kapal, ia berbalik menembak mati 32 prajurit yang menyertainya dan kembali menghantam Belanda. Ia pun membawa banyak uang dan sejata untuk para pejuang Aceh.

Dua tahun kemudian Teuku Umar kembali mengejutkan Belanda. Ia membajak Kapal Kok Canton, yang baru dibebaskan setelah ditebus dengan sejumlah uang. Namun kehadiran Snouck Horgrounje membuat perlawanan Aceh pudar. Beberapa panglima Aceh ternama tewas. Umar terkesiap, ia kembali lagi menjadi kaki tangan Belanda.

Tahun 1893, Jenderal Van Teinj menjamin keselamatan Umar, asal ia bersedia menjadi kaku tangan mereka. Ia kemudian berganti nama menjadi Teuku Johan, setelah sebelumnya bersumpah di atas sebuah makam keramat leluhur Aceh, Teuku Ajong agar tidak berkhianat lagi.

Sikap dan sepak terjang Teuku Umar seringkali sulit dipahami, sehingga ia dibenci oleh berbagai kalangan. Cut Nyak Dien sang istri mendapat ejekan. Katakan pada suamimu Umar, demikian tulis Teuko Fakimah suatu saat kepada Cut Nyak Dien, agar ia ke lamkrah (ketika itu memang menjadi markas perjuangan rakyat Aceh terhadap Belanda).

Tahun 1896, patriotisme Teuku Umar kembali terbukti. Belanda yang sepenuhnya percaya padanya, memintanya memimpin 250 orang prajurit untuk menumpas para pejuang Aceh. Namun melalui kaki tangannya, Teuku Umar terlebih dahulu memberitahukan kedatangan mereka kepada para pejuang Aceh. Belanda yang selalu percaya akan kemampuan Teuku Umar, terus menambah perlengkapan dan kemampuan perangnya.

Kemudian pada tanggal 29 Maret 1896, Teuku Umar berbalik haluan dengan membawa 800 pucuk senjata, 250.000 butir peluru, dan uang 18.000 dolar serta peralatan tempur lainnya. Teuku Umar kemudian menjadi pejuang gerilyawan. Ia memimpin rakyat Aceh berjuang selama kurang lebih 3 tahun lamanya.

Pada tanggal 10 November 1899 Teuku Umar tewas tertembak ketika Van Housts menjebaknya. Seorang pengawalnya yang setia, PangLao, memanggulnya keluar Meulaboh, agar mayatnya tidak disia-siakan. Sejak saat itu, perjuangan rakyat Aceh berpindah-pindah terus, di bawah pimpinan Cut Nyak Dien, yakin istri Teuku Umar yang setia.

Teuku Umar dianugerahu gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 088/tk/1973 itu dinilai merupakan tokoh yang paling kontroversial. Seorang pejuang yang cerdik, tapi tidak pernah mengambil keuntungan dari setiap peristiwa yang dialaminya, demikian tulis M. H Szekely, tentang Teuku Umar.

Kecerdikan dan kesetiaan Teuku Umar pada bangsanya, serta sikap patriotis merupakan sikap yang sudah sepatutnya kita teladani.

0 Response to "Tokoh Pahlawan Teuku Umar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel