-->

3 Ciri-ciri (karakteristik) belajar

ciri-ciri karakteristik belajar - faizalhusaeni.com faizal husaeni

Pada hakikatnya, belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si objek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang dan perubahan tingkah laku tersebut tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan-kecenderungan respon bawaan kematangan, atau keadaan temporer dari subjek misalnya keletihan. (Hilgard dan Gordon, 1975). Dengan pengertian tersebut, maka belajar sesungguhnya memiliki ciri-ciri (karakteristik) tertentu sebagai berikut.

1. Belajar berbeda dengan kematangan
Pertumbuhan adalah saingan utama sebagai pengubah tingkah laku. Bila serangkaian tingkah laku matang melalui cara wajar tanpa adanya pengaruh dari latihan, maka dikatakan bahwa perkembangan itu adalah berkat kematangan (maturation) dan bukan karena belajar. Bila prosedur latihan (training) tidak secara cepat mengubah tingkah laku, maka berarti prosedur tersebut bukan penyebab penting dari perubahan-perubahan tak dapat diklasifikasikan sebagai belajar.

Memang banyak perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh kematangan, tetapi juga tidak sedikit perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh interaksi antara kematangan dan belajar yang berlangsung dalam proses yang rumit. Misalnya, anak mengalami kematangan untuk berbicara, kemudian berkat pengaruh percakapan masyarakat di sekitarnya, maka dia dapat berbicara tepat pada waktunya.

2. Belajar dibedakan dari perubahan fisik dan mental
Perubahan tingkah laku juga dapat terjadi yang disebabkan oleh terjadinya perubahan pada perubahan fisik dan mental dan karena melakukan sesuatu perubahan berulangkali yang mengakibatkan badan menjadi lelah. Sakit atau kurang gizi juga menyebabkan tingkah laku berubah atau karena mengalami kecelakaan, tetapi hal ini tidak dapat dinyatakan sebagai hasil perbuatan belajar.

Gejala-gejala seperti kelelahan mental, konsentrasi menjadi kurang, melemahnya ingatan, dan terjadinya kejenuhan, semua dapat menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku, misalnya berhenti belajar, menjadi bingung, rasa kegagalan dan sebagainya.

Akan tetapi, perubahan tingkah laku tersebut dapat digolongkan sebagai belajar. Jadi, perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh perubahan fisik dan mental bukan atau berbeda dengan belajar dalam arti sebenarnya.

3. Ciri belajar yang hasilnya relatif menetap
Hasil belajr dalam bentuk perubahan tingkah laku. Belajar berlangsung dalam bentuk latihan (practice) dan pengalaman (experience). Tingkah laku itu berupa perilaku (performance) yang nyata dan dapat diamati. Misalnya, seseorang bukan hanya mengetahui sesuatu yang perlu diperbuat, melainkan juga melakukan perbuatan itu sendiri secara nyata. Jadi, istilah menetap dalam hal ini bahwa perilaku itu dikuasai secara mantap kemudian ini berkat latihan dan pengalaman.

0 Response to "3 Ciri-ciri (karakteristik) belajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel