-->

Cara mengajarkan disiplin pada anak

Cara mengajarkan disiplin pada anak - melatih disiplin anak - kedisiplinan anak - faizalhusaeni.com - faizal husaeni

Cara mengajarkan disiplin pada anak - Banyak pakar berpendapat, disiplin merupakan hal yang esensial bagi perkembangan seorang anak dan merupakan pembelajaran terhadap lingkungannya. Berdisiplin bisa membuat segala aktivitas kehidupan lebih tersusun rapi dan lebih terkontrol atau tidak asal saja dalam menjalaninya. Memang banyak anak yang merasa enggan menerapkan disiplin yang ditetapkan bersama, dan bahkan cenderung menentang. Buat seorang anak, disiplin adalah untuk membentuk pribadi yang mempunyai rasa tanggung jawab kepada perilaku diri sendiri, maupun keapda lingkungan sosialnya.

Bagi dunia anak, disiplin berkaitan erat dengan aktivitasnya dalam menyelesaikan atau melakukan kegiatan sehari-hari. Disiplin berarti teratur sejak anak bangun tidur, melakukan aktivitas yang lain sampai anak tidur kembali sudah ditanamkan rasa keteraturan. Sebaiknya, semakin awal anak mengenal kedisiplinan, maka akan semakin baik hasilnya. Karena itu, sejak bayi, anak sebaiknya sudah mulai dikenalkan pada kedisiplinan, kata seorang pakar pendidikan.

Anak akan siap menerima ajaran orang tua untuk dikenalkan pada rasa disiplin, jika ia siap merangkak dan mulai mengenal dunia sekitarnya. Seoranga ank akan melakukan berbagai gerakan saat mengenali benda di sekelilingnya, kemudian ia mencoba mengembalikan ke tempatnya atau tidak. Adanya motivasi ini bisa menjadikan  indikator bahwa anak memang harus sudah mengenal pendidikan disiplin sejak bayi.
Disiplin juga dapat menumbuhkan perasaan percaya kepada orang lain, dan menjadikan anak berpikir kritis.
Jika kepada seorang anak tidak dikembangkan perasaan percaya terhadap orang tuanya, maka akan susah untuk mendisiplinkannya. Keteraturan orang tua dalam memberi contoh bagi anak-anaknya akan mudah diingat dan direkam oleh memori anak. Jam berapa ia harus bangun tidur, jam berapa ia harus minum susu, dan jam berapa ia harus mandi atau dimandikan orang tuanya.

Dengan berbagai memori yang diingat anak, maka ia akan secara otomatis akan menjadi frame dalam otak anak. Dengan jadwal-jadwal yang sudah teratur itu, anak menjadi terbiasa disiplin ketika jadwal itu sudah tidak dilakukan lagi oleh orang tuanya sendiri atau orang lain.

Banyak orang tua terkadang salah pengertian mengenai disiplin dengan mengartikan sebagai "disuruh". Seorang anak yang menolak ketika disuruh orang tuanya, belum tentu tindakan itu adalah tidak disiplin. Seperti ketika orang tua mneyuruh untuk belajar, lalu anak tidak mau belajar. Di sini pengertiannya bukan anak tidak disiplin pada aturan, akan tetapi ia hanya menunjukkan sikap bandel layaknya seorang anak.

Disiplin biasanya erat berhubungan dengan aturan. Bagi anak yang sudah cukup besar, perlu melibatkannya dalam membuat aturan keluarga. Jika ada tindakan yang tidak disiplin, artinya melanggar aturan, dan yang akan memberikan sanksi atau hukuman adalah keputusan bersama yang sudah dibuat, bukan semata-mata emosional orang tua. Kalau orang tua dalam keadaan emosi, bisa saja terjadi tindakan pemukulan dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Hal ini tentu saja tidak diinginkan oleh siapapun.

Oleh karena betapa pentingnya kesepakatan bersama yang dibuat itu sepatutnya mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan-peraturan yang akan diberlakukan. Bukan peraturan yang ditulis di atas kertas dan si anak harus menurut apa yang ditulis di kertas itu secara sepihak tanpa sepengetahuan anak. Semua aturan dalam keluarga itu harus dibicarakan terlebih dahulu antara kedua pihak. Kalau perlu, ada semacam "pertemuan atau sidang kecil" keluarga setiap bulan untuk membahas berbagai permasalahan aturan dan disiplin di dalam keluarga.

Mendisiplinkan seorang anak itu berarti mengajarkan kepadanya, bahwa orang tua sangat peduli terhadap perilaku dan kelakuannya.
Mengajarkan disiplin pada anak itu berarti juga merupakan salah satu bentuk ekspresi dari pengungkapan kasih sayang.
Rata-rata anak yang kurang disiplin itu menunjukkan adanya kurang perhatian dari orang tuanya. Kasih sayang itu salah satunya diwujudkan dengan lancarnya komunikasi antara orang tua dan anak.

Kemudian, bagaimana cara mengajarkan disiplin pada anak? Orang tua bisa menunjukkan ekspresi tidak senang ketika anak melakukan tindakan salah. Ekspresi ini akan ditangkap si anak dan ia akan tahu orang tuanya tidak senang atas sikapnya. Dengan demikian anak akan menjadi tahu apa yang boleh diperbuat dan apa yang tidak boleh dilakukannya.

Bagi anak, orang terdekat yang ada di sekelilingnya akan menjadi panutannya sehari-hari. Kasih sayang orang tua amatlah besar terhadap anak, ia akan merasa mendapat perlindungan dan terpenuhi kebutuhannya lewat kasih sayang itu. Kasih sayang merupaka tindakan yang terbaik dalam memberikan pendidikan disiplin untuk anak.

Dan satu hal penting, ketegasan orang tua dalam menerapkan aturan keluarga, haruslah dilakukan. Sikap plin-plan orang tua justru akan membingungkan anak dalam merespon. Ketidaktegasan akan menjadikan anak ragu-ragu dalam bertindak, sehingga tidak akan tahu pasti apakah perbuatannya boleh dilakukan ataukah tidak. Selain itu, orang tua juga perlu membiasakan diri bertingkah laku disiplin untuk memacu anak melakukan tindakan serupa.
Mengawali suatu tindakan yang baik itu mudah, tapi mempertahankannya agar menjadi sebuah kebiasaan itu baru sulit.

0 Response to "Cara mengajarkan disiplin pada anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel