-->

Cara orang tua melibatkan diri dalam kegiatan bermain anak (salah dan benar)

orang tua melibatkan diri dalam kegiatan bermain anak (salah dan benar) - faizalhusaeni.com - faizal husaeni

Dalam kegiatan bermain, orang tua bisa berperan lebih banyak dalam memberi pengarahan kepada anak-anaknya. Dengan cara menyediakan mainan, memberi ide dan keterampilan yang akan memperluas ruang lingkup kegiatan bermain anak, sehingga meningkatkan dampak bermain terhadap kemampuan belajar anak. Misalkan saja saat anak tak lagi punya ide tentang bentuk apa yang akan dia buat dari lilin mainan, orang tua dapat menawarkan ide tanpa memaksakan idenya.

Dengan keikutsertaan orang tua dalam kegiatan bermain bersama anak, maka anak-anak akan lebih menyadari kegiatan bermain sebagai sesuatu yang berharga. Sebab, orang tua pun sendirinya, keterlibatan orang tua akan memberi masukan terhadap perkembangan kognitif (berpikir, mengingat, kreativitas dan melakukan organisasi) anak.

Lantas yang menjadi permasalahan adalah, bagaimana cara orang tua yang benar melibatkan diri dalam kegiatan bermain itu? Kali ini kita akan membahas beberapa contoh keterlibatan orang tua yang salah dan bagaimana cara yang benarnya.


Cara yang salah:

"Sekarang susun baloknya supaya jadi garasi mobil, ya!" (sambil menunjukkan bagaimana cara menyusun balok dan balok mana yang boleh dipakai).
Dalam hal ini, anak tidak diberikan kesempatan untuk mencoba idenya sendiri terlebih dahulu.


Cara yang benar:

"Bagaimana kalau kita tambahkan dengan garasi mobil?" (beri kesempatan kepada anak untuk mencoba menyusun garasi mobil serta menentukan sendiri pilihan bentuk dan warna balok yang akan dipakai)
Dengan demikian, anak tetap diberi kesempatan untuk menwujudkan idenya sendiri. Jadi orang tua tidak memaksakan kehendak.

garis pembatas postingan - faizalhusaeni.com

orang tua melibatkan diri dalam kegiatan bermain anak (salah dan benar) - faizalhusaeni.com - faizal husaeni 2

Cara yang salah:

"Masa kamu takut main dengan lilin mainan ini? Tidak apa-apa, lihat ibu! Tidak apa-apa, kan? Malah seru!"
Akibatnya, anak merasa dirinya tidak dihargai dan tidak dipahami ketakutannya akan lilin mainan itu, Anak akan mundur teratur untuk mencoba memainkannya karena merasa dirinya tidak dihargai dan tidak dimengerti. Saat itu dia betul-betul merasa "jijik" memegang lilin mainan yang menempel di tangannya.

Cara yang benar:

"Kelihatannya kamu merasa jijik memegang lilin ini." (Sambil ibu tetap membuat bentuk tertentu).
Kemudian tawarkan kepada anak
"Mau coba untuk menekan-nekan lilin ke dalam cetakannya?"
Biarkan anak mencoba dulu sebentar, tetapi kalau dia tetap tidak mau, katakan lagi,
"Masih jijik untuk pengang lilin ini? Kalau begitu biar ibu saja yang membuatnya. Barangkali nanti lain waktu kamu mau mencobanya?"
garis pembatas postingan - faizalhusaeni.com

Cara yang salah:

"Oh kalau begitu salah, seharusnya begini seperti cara Ibu. Lihat cara ibu membuat istana, jangan pakai warna hitam. Jelek, serem!"
Tindakan semacam itu dapat mematahkan semangat anak.

Cara yang benar:

"Kelihatannya kamu mau membuat istana, ya? Belum tahu bagaimana cara membuatnya? Mau ibu tolong membuatkan istana itu?"
Berikan bantuan hanya pada permulaannya saja dan selanjutnya biarkan anak meneruskan bentuk istana yang dikehendakinya. Dengan begitu daya eksplorasi anak akan berkembang dengan sendirinya.
garis pembatas postingan

orang tua melibatkan diri dalam kegiatan bermain anak (salah dan benar) - faizalhusaeni.com - faizal husaeni 3

Cara yang salah:

"Kalau mewarnai pohon, seharusnya pakai warna hijau untuk daun dan cokelat untuk batangnya. Mana ada pohon berdaun ungu dan batang berwarna merah!"
Akibatnya, anak merasa segala sesuatu yang dilakukan selalu salah, dan tidak mau mencoba lagi. Padahal bagi anak usia balita, segala sesuatu dimungkinkan mengingat kemampuan berpikirnya masih terbatas.

Cara yang benar:

"Rupanya kamu suka dengan warna ungu, dan kali ini kamu ingin memberi warna ungu pada daun serta warna hitam untuk batangnya."
Dalam hal ini anak diberi kebebasan berimajinasi dan berkreasi, tidak usah mengikuti kaidah yang secara kaku berlaku dalam realitas (bahwa daun harus berwarna hijau, batang harus berwarna cokelat). Perlu diingat, bahwa menggambar termasuk kegiatan seni, sehingga tidak ada batasan yang kaku.
garis pembatas postingan

Dari contoh Cara orang tua melibatkan diri dalam kegiatan bermain anak (salah dan benar) di atas, intinya ada beberapa hal yang dapat dijadikan panduan. Yaitu, keharusan menghargai anak, tidak mudah mengkritik, anak boleh melakukan kesalahanm memahami anak sebagai makhluk yang unik sesuai dengan temperamen, usia, jenis kelamin dan kemapuannya.

Akhirnya dengan ulasan ini, diharapkan keterlibatan orang tua akan berdampak positif bagi seluruh aspek perkembangan anak.

0 Response to "Cara orang tua melibatkan diri dalam kegiatan bermain anak (salah dan benar)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel