-->

Pengertian Teori Belajar Sibernetik

Pengertian teori belajar sibernetik - faizalhusaeni.com faizal husaeni

Pengertian teori belajar sibernetik - Teori belajar sibernetik merupakan teori belajar yang relatif baru dibandingkan dengan teori-teori belajar yang sudah ada, seperti teori belajar behavioristik, konstruktivistik, humanistik dan teori belajar kognitif. Teori belajar sibernetik berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi. Teori ini memiliki kesamaan dengan teori kognitif yaitu mementingkan proses belajarnya daripada hasil belajarnya.

Perbedaan teori ini dengan teori belajar kognitif adalah bahwa proses belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari. Cara belajar secara sibernetik terjadi jika peserta didik mengolah informasi, memonitornya dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut. Hal yang paling penting dalam teori sibernetik adalah sistem informasi yang akan menentukan terjadinya proses belajar.

Menurut teori ini tidak ada satupun cara belajar yang ideal untuk segala situasi. Sebuah informasi mungkin akan dipelajari oleh seorang peserta didik dengan satu macam proses belajar, dan informasi yang sama mungkin akan dipelajari peserta didik yang lain melalui proses belajar yang berbeda. Salah satu penganut aliran sibernetik adalah Landa, yang menggunakan model pendekatan berpikir algoritmik dan heuristic. Proses berpikir algoritmik adalah proses berpikir sistematis, secara bertahap, konvergen dan linier menuju satu sasaran atau tujuan tertentu.

Contoh analogi model algoritmik adalah kegiatan menjalankan mesin mobil, di mana dalam menjalankan mesin mobil kegiatan yang dilakukan dijalankan secara berurutan. Proses berpikir heuristik adalah cara berpikir divergen, menuju beberapa sasaran atau tujuan sekaligus. Contoh berpikir heuristik adalah memahami suatu konsep yang mengandung arti ganda atau multitafsir. Pendekatan heuristik menuntut peserta didik berpikir divergen, dengan memikirkan alternatif jawaban dan beberapa sasaran. Contoh penerapan pembelajaran yang melibatkan proses berpikir heuristik misalnya penemuan cara memecahkan masalah menggunakan metode problem solving.

Tokoh sibernetik lain adalah Pask dan Scott yang memperkenalkan tipe peserta didik yang holistik dan tipe serial. Peserta didik tipe holistik cenderung mempelajari sesuatu dari tahap yang paling umum ke tahap yang lebih khusus, sedangkan peserta didik tipe serial cenderung berpikir secara algoritmik. Pembelajaran sibernetik sering disamakan dengan umpan balik (feedback) dalam konteks pendidikan. Umpan balik ini sangat penting artinya bagi keberhasilan belajar dan pembelajara. Umpan balik dari peserta didik memungkinkan guru dapat mengetahui apakah materi yang disampaikan telah dipahami dan apa kesulitan peserta didik dalam memahami informasi. Informasi ini memungkinkan guru dapat merancang tindakan remedial yang sesuai untuk dilakukan.

Berdasarkan umpan balik tersebut siswa juga dapat memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil belajarnya jika memang kurang memuaskan. Sebaliknya, umpan balik dari guru misalnya dalam bentuk nilai atas hasil kerja peserta didik akan mengingatkan mereka sampai sejauh mana penguasaannya terhadap materi yang sedang atau sudah dipelajarinya. Fungsi guru dalam pembelajaran sibernetik adalah merencanakan, mempersiapkan dan melengkapi stimulus yang penting untuk masukan simbolik (informasi verbal, kata-kata, angka-angka, dsb) dan masukan referensial (objek dan peristiwa).

Guru berperan membimbing peserta didik memahami informasi yang cocok  dan membimbing mereka memanipulasikan proses memahami konsep dan mempersiapkan umpan balik dari latihan atau pembelajaran. Setidaknya ada (sembilan) 9 langkah pengajaran yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menerapkan teori sibernetik, yaitu sebagai berikut.

  1. Melakukan tindakan untuk menarik perhatikan peserta didik.
  2. Memberikan informasi kepada peserta didik mengenai tujuan pengajaran dan topik yang akan dibahas.
  3. Merangsang peserta didik untuk memulai aktivitas pembelajaran.
  4. Menyampaikan isi pelajaran yang dibahas sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
  5. Memberikan bimbingan bagi peserta didik dalam melakukan aktivitas dalam pembelajaran.
  6. Memberikan penguatan pada perilaku pembelajaran peserta didik
  7. Memberikan feedback terhadap perilaku yang ditunjukkan peserta didik.
  8. Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar.
  9. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengingat dan menggunakan hasil pembelajaran.

Penerapan teori sibernetik dalam proses belajar mengajar, setidaknya mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Menentukan tujuan instruksional.
  2. Menentukan materi pelajaran.
  3. Mengkaji sistem informasi yang terdapat dalam materi tersebut.
  4. Menentukan pendekatan belajar yang sesuai dengan sistem informasi itu (algoritmik atau heuristik)
  5. Menyusun materi dalam urutan yang sesuai dengan sistem informasinya.
  6. Mengikuti materi dan membimbing peserta didik belajar dengan pola yang sesuai dengan urutan pelajaran.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

0 Response to "Pengertian Teori Belajar Sibernetik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel