-->

Tokoh Pahlawan Haji Oemar Said Cokroaminoto

hos tjokroaminoto-Tokoh Pahlawan HOS Cokroaminoto-faizalhusaeni.com-faizal husaeni.jpg

Haji Oemar Said Cokroaminoto dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1883 di Desa Bakur, Ponorogo, Jawa Timur. Haji Oemar Said Cokroaminoto meninggal dunia pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta. Pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 9 November 1961, tepat 27 tahun wafatnya.

De Ongekroonde Van Java (Raja Jawa tanpa Mahkota) adalah sebutan Haji Oemar Said Cokroaminoto. Sebutan ini mengisyaratkan betapa besarnya pengaruh dikalangan masyarakat, juga karena betapa pemerintah khawatir terhadapnya. Keberaniannya dalam mengecam kesewenang-wenangan Belanda menunjukkan kejelasan sikapnya. Sikap seperti itu hendaknya kita miliki, tidak ikut-ikutan, apalagi hanya mengikuti kepentingan golongan tertentu saja.

Setelah Haji Oemar Said Cokroaminoto menamatkan OSVIA (Sekolah Calon Pegawai Pemerintah) pada tahun 1902, Cokroaminoto bekerja sebagai juru tulis di Ngawi. Kemudian Haji Oemar Said Cokroaminoto pindah ke Surabaya dan bekerja pada perusahaan dagang. Di kota ini Haji Oemar Said Cokroaminoto bekenalan dengan Samanhudi, pendiri dan pemimpin Sarekat Dagang Islam (SDI). Cokroaminoto pun masuk SDI. Atas saran Cokroaminoto, maka sejak 10 September 1912 nama SDI diganti dengan SI (Sarekat Islam) saja. Argumentasinya tentang perkataan 'dagang" sangat membatasi jangkauan organisasi, diterima dengan baik. Mula-mula HOS Cokroaminoto diangkat sebagai komisaris kemudian menjadi ketua.

Di masa kepemimpinannya, Sarekat Islam berkembang pesat, sehingga meresahkan pemerintah Belanda. Pada tanggal 25 November 1918, Haji Oemar Said Cokroaminoto bersama Abdul Muis yang mewakili SI dalam Volksraad (Dewan Rakyat) mengajukan tuntutan terhadap pemerintah Belanda untuk membentuk parlemen yang anggota-anggotanya dipilih dari rakyat dan oleh rakyat, serta pemerintah bertanggung jawab kepada parlemen.

Dalam pidatonya, Cokroaminoto kerap mengecam tindakan pemerintah Belanda yang menyebabkan penduduk Indonesia sangat menderita, antara lain pengambilalihan tanah rakyat untuk dijadikan perkebunan milik orang-orang eropa. Dia juga menuntut agar kedudukan dokter-dokter Indonesia disejajarkan dengan dkoter-dokter Belanda.

Pada tahun 1920 Cokroaminoto dijebloskan ke penjara karena dianggap menghasut dan menyiapkan pemberontakan. Tujuh tahun kemudian, Cokroaminoto diminta lagi untuk di Volksraad, tapi ia menolaknya. Teguh pendirian HOS Cokroaminoto patutlah kita teladani.

0 Response to "Tokoh Pahlawan Haji Oemar Said Cokroaminoto"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel