-->

Tokoh Pahlawan Kyai Haji Samanhudi

https://www.faizalhusaeni.com/2019/04/tokoh-pahlawan-haji-oemar-said-cokroaminoto.html

Tokoh pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI), Kyai Haji Samanhudi lahir di Laweyan, Solo tahun 1868. Samanhudi nama kecilnya Sudarno Hadi, terkenal sebagai tokoh penentang kebijakan kolonial Belanda dalam bidang perekonomian, yang memberikan bantuan pada pedagang cina dan menekan pedagang pribumi sehingga mendorong persaingan dagang menjadi tidak sehat.

Kyai Haji Samanhudi yang tidak lulus SD, belajar agama di Surabaya sambil berdagang batik. Di Kota itu dia menyusun kekuatan di bidang perdagangan dan agama dengan mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1912.

Organisasi SDI mendapatkan sambutan luas masyarakat, sehingga pada Kongres I (25-26 Januari 1913 di Surabaya) sudah memiliki anggota sekitar 89.999 orang. Pada tahun 1916 anggota organisasi itu berkembang menjadi 360.000 orang dan kemudian 450.000 orang.

Di bawah kepemimpinan Kyai Haji Samanhudi, SDI kemudian menjadi partai politik, dan pada tahun 1912 nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Sampai tahun 1914, Kyai Haji Samanhudi menjadi ketua umumnya, kemudian dilanjutkan oleh Haji Umar Said Cokroaminoto.

SI menjalankan politik praktisnya, dengan memihak kepada kepentingan rakyat. SI berjuang menaikkan tingkat upah pekerja, membela petani tertindas, persewaan tanah yang tinggi, dan membela rakyat yang diperlakukan sewenang-wenang oleh tuan tanah.

Memasuki usia tuanya, kehidupan Samanhudi sangat memprihatinkan . Perusahaan batiknya bangkrut. Ia tidak aktif lagi berpartai, namun perhatiannya terhadap pergerakan nasional tetap bergelora.

Pada waktu perang kemerdekaan, Samanhudi membentuk Barisan Pemberontak Indonesia Cabang Solo dan mendirikan Gerakan Kesatuan Alap-Alap. Pada tanggal 28 Desember 1956, Kyai Haji Samanhudi meninggal dunia di Klaten dan dimakamkan di Desa Benaran, Sukoharjo Jawa Tengah. Sikapnya yang selalu membela rakyat banyak patut menjadi teladan bagi kita semua, apalagi di tengah suasana negara saat ini yang diatur oleh kesewenang-wenangan penguasa.

Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Haji Samanhudi pada tanggal 9 November 1961 berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 590 tahun 1961.

0 Response to "Tokoh Pahlawan Kyai Haji Samanhudi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel