-->

Tokoh Pahlawan: Muhammad Husni Thamrin

tokoh pahlawan Muhammad Husni Thamrin-faizalhusaeni.com faizal husaeni

Muhammad Husni Thamrin dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1894, di Sawah Besar, Jakarta. Muhammad Husni Thamrin bekerja sebagai pegawai sipil rendah setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Koning William III Jakarta. Kemudian, Muhammad Husni Thamrin pindah bekerja ke perusahaan perkapalan Koningklijke Paketvaart Maatschappij (KPM).

Pada tahun 1919, Muhammad Husni Thamrin ditunjuk sebagai anggota badan kota Batavia, di mana Muhammad Husni Thamrin dapat menyuarakan keperluan untuk membangun kawasan terbelakang di Jakarta tersebut.

Muhammad Husni Thamrin adalah pejuang yang sangat memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat Jakarta pada masa pendudukan Belanda, dan berusaha memperbaikinya. Pada tahun 1923, Muhammad Husni Thamrin dipilih sebagai pimpinan organisasi masyarakat Betawi, yang bertujuan untuk mengadakan perdagangan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Karena usaha dan pengaruhnya, pemerintah menyebutnya sebagai Mayor Deputi Batavia.

Pada tahun 1927 Muhammad Husni Thamrin dipilih sebagai anggota Volksraad, parlemen semi-independen, di mana dia membentuk Faksi Nasionalis. Sebagai anggota Volkraad, ida mengunjungi Sumatera Timur untuk mengamati kondisi pekerja perkebunan yang miskin. Setelah kembali, ia meminta Volksraad untuk mengeluarkan petisi yang disebut Poenale Sanctie, menghapus hukuman terhadap pekerja yang lalai oleh pemilik perkebunan. Belanda akhirnya menerima petisi tersebut.

Kemudian pada tahun 1939, Muhammad Husni Thamrin mengeluarkan petisi tentang istilah "Netherlands Indie, Nederlands Indische, Inlander" diganti dengan "Indonesia, Indonesisch, Indoneier". Penguasa tidak mengubah petisi tersebut, walaupun mendapat dukungan mayoritas di Volksraad.

Kegigihan dan lika-liku sepak terjang pemikiran Muhammad Husni Thamrin dalam menyikapi berbagai persoalan masyarakat mengakibatkan penguasa kolonial Belanda mulai mencurigainya. Pada tanggal 6 Januari 1941, dalam keadaan sakit, ia ditempatkan di rumah tahanan karena dianggap bekerja sama dengan Jepang. Lima hari kemudian, Muhammad Husni Thamrin meninggal dunia dan dikuburkan di Jakarta. Perhatian dan perjuangan Muhammad Husni Thamrin untuk masyarakat miskin mesti menjadi teladan bagi kita semua.

0 Response to "Tokoh Pahlawan: Muhammad Husni Thamrin"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel